Menu

Mode Gelap
Jasa Raharja Bersama Mitra Kerja Terkait Lakukan Sosialisasi Layanan Samsat Tugas dan Fungsi Jasa Raharja di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Operasi Gabungan Bulan Sadar Pajak oleh Tim Samsat Cimahi di Alun-Alun Kota Cimahi: Terjaring Lebih dari 250 Kendaraan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan ke PT Lestari Mahaputra Buana Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan Ke PT Royal Abadi Sejahtera PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Laksanakan Kegiatan Jasa Raharja mengajar bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA)

Headline WIB

Buruh Jabar Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian : Posisi di Bawah Presiden Sudah Final


					Buruh Jabar Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian : Posisi di Bawah Presiden Sudah Final Perbesar

Bandung, 11 Maret 2026 — Kalangan serikat buruh di Jawa Barat menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kementerian. Mereka menilai gagasan tersebut berpotensi melemahkan independensi kepolisian sebagai institusi penegak hukum.

Ketua DPD SBSI’92 Jawa Barat, Ketua Aliansi Buruh Jawa Barat sekaligus Sekretaris Jenderal Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang sudah tepat dan tidak perlu diubah.

“Wacana menempatkan Polri di bawah kementerian adalah langkah yang keliru. Posisi Polri di bawah Presiden sudah final dan merupakan bagian dari desain konstitusi untuk menjaga independensi institusi kepolisian,” ujar Ajat dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Menurutnya, sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri dan menegakkan hukum, Polri harus tetap berada pada posisi yang independen dan tidak berada di bawah kepentingan sektoral kementerian tertentu.

Ia mengingatkan bahwa perubahan posisi kelembagaan Polri berpotensi membuka ruang intervensi politik maupun kepentingan birokrasi yang dapat memengaruhi profesionalitas dalam penegakan hukum.

“Polri harus berdiri sebagai institusi negara yang profesional dan independen, tidak berada dalam tarik-menarik kepentingan politik maupun sektoral,” tegasnya.

Ajat menambahkan, kalangan buruh membutuhkan institusi kepolisian yang kuat, profesional, dan independen untuk menjamin kepastian hukum serta menjaga stabilitas keamanan, termasuk dalam memastikan ruang demokrasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Karena itu, Aliansi Buruh Jawa Barat bersama pimpinan serikat buruh dan serikat pekerja di wilayah tersebut menegaskan sikap menolak wacana perubahan posisi Polri dalam struktur pemerintahan.

“Menjaga independensi Polri berarti menjaga kepastian hukum dan stabilitas nasional,” pungkas Ajat.

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Gelar Pengobatan Gratis di PO Primajasa
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja Ajak Tenaga Pengajar untuk Peduli Keselamatan Lalu Lintas kepada Murid

29 April 2026 - 10:48 WIB

Samsat Haurgeulis Glorifikasikan “Gebyar Apresiasi” Kepatuhan Wajib Pajak di Desa Haurkolot

29 April 2026 - 10:47 WIB

Pastikan Hak Korban Terpenuhi, Seluruh Ahli Waris Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL di Bekasi Sudah Terima Santunan Jasa Raharja

29 April 2026 - 07:14 WIB

Jasa Raharja Bogor Gelar Kegiatan Sigap Prioritas dan Sigap Instansi Bersama Mitra Samsat Depok II Cinere

28 April 2026 - 23:56 WIB

Tinjau Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jasa Raharja Telah Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan ke 8 RS

28 April 2026 - 23:52 WIB

Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Publik, Jasa Raharja Cabang Cirebon Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Sidawangi Kab Cirebon

28 April 2026 - 10:49 WIB

Trending di Headline