Indramayu — Apa yang Anda lakukan saat melihat seseorang tergeletak di jalan akibat kecelakaan? Panik? Bingung? Atau hanya menunggu bantuan datang?
Pertanyaan inilah yang menjadi pemantik dalam kegiatan Pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang digelar oleh Jasa Raharja Cabang Indramayu di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Jasa Raharja, yang mengusung semangat:
“Keselamatan untuk Indonesia Maju”.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Bapak Mardiono, yang juga mewakili Camat Indramayu. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keselamatan bukan hanya urusan petugas medis atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama.
Afriyanti, Kepala Cabang Jasa Raharja Indramayu, dalam pembukaannya menyampaikan pesan kuat:
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi saksi kecelakaan, tetapi menjadi penyelamat. Pelatihan ini adalah bekal nyata agar setiap warga bisa menjadi penolong pertama yang sigap dan tepat. Karena satu nyawa begitu berharga.” ujar Afriyanti
Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari lurah, ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Indramayu mengikuti pelatihan ini. Mereka dipilih karena Kecamatan Indramayu tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi kedua di kabupaten, dengan fatalitas korban yang tinggi.
Pelatihan dipandu oleh dr. M. Lutfie Qolbie dari RS Zamzam Indramayu. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD), CPR (resusitasi jantung paru), dan pembidaian untuk korban patah tulang.
Suasana pelatihan terasa hidup dan penuh semangat. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mempelajari teknik penyelamatan ini secara langsung. Mereka pun berkomitmen untuk menjadi Agen Keselamatan Transportasi di lingkungan masing-masing.
“Setiap langkah kecil untuk keselamatan, merupakan kontribusi besar untuk Indonesia.”
Dengan tagline “Mengedukasi, Menginspirasi dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan”, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang aula, menuju jalan raya, dan menyelamatkan nyawa.





