Menu ✖

Mode Gelap
Jasa Raharja Bersama Mitra Kerja Terkait Lakukan Sosialisasi Layanan Samsat Tugas dan Fungsi Jasa Raharja di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Operasi Gabungan Bulan Sadar Pajak oleh Tim Samsat Cimahi di Alun-Alun Kota Cimahi: Terjaring Lebih dari 250 Kendaraan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan ke PT Lestari Mahaputra Buana Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan Ke PT Royal Abadi Sejahtera PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Laksanakan Kegiatan Jasa Raharja mengajar bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA)

Ekonomi WIB

Mobile Batching Plant, Solusi Pemprov Jabar untuk Pembangunan Jalan Desa di Wilayah Terpencil


					Mobile Batching Plant, Solusi Pemprov Jabar untuk Pembangunan Jalan Desa di Wilayah Terpencil Perbesar

 

KOTA BANDUNG – Pembangunan jalan desa di wilayah terpencil atau sulit dijangkau di Jawa Barat kini tak lagi menjadi masalah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyediakan 18 unit armada self loading concrete mixer atau dikenal dengan nama mobile batching plant, yakni kendaraan yang mampu memproduksi beton di lokasi proyek.

Dengan adanya alat ini, pekerjaan jalan tidak lagi terkendala jarak maupun akses menuju lokasi. Jalan tetap bisa dibangun dan diperbaiki meskipun lokasinya jauh dari pabrik beton.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi mengatakan, mobile batching plant adalah alat berat multifungsi yang menggabungkan fungsi memuat, menimbang dan mengaduk (mixer) material pembuat beton, lalu mengangkut (transporter) beton dalam satu unit kendaraan. Alat ini dirancang untuk memproduksi beton segar berkualitas langsung di lokasi proyek secara otomatis dan mandiri.

Mobile batching plant memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan metode manual atau menggunakan truk mixer konvensional. Salah satu kelebihannya, efisiensi tenaga kerja. Alat ini dirancang agar bisa dioperasikan oleh satu orang operator saja. Seluruh proses pemuatan hingga penuangan dikontrol langsung dari dalam kabin.

Selain itu, alat ini dapat memiliki mobilitas dan fleksibilitas tinggi. “Dengan desain yang kompak dan sistem penggerak roda yang tangguh, membuatnya sangat andal untuk proyek di medan yang sulit, jalan sempit, atau lokasi terpencil yang tidak terjangkau oleh truk molen besar,” ucap Agung, Senin (12/10/2026).

Dengan bantuan sekop besar di bagian depan, alat ini dapat mengambil bahan baku pembuat beton seperti pasir, kerikil, dan semen langsung dari tumpukan tanpa bantuan wheel loader eksternal. Kemudian, material tersebut ditimbang dengan dengan sistem timbangan digital berbasis sensor untuk memastikan takaran material sesuai formula mutu beton yang diinginkan.

Baca Juga:  Disperindag Jabar Bawa 40 UMKM Ikuti West Java Expo (WJX) 2026, Target Transaksi Rp750 Miliar

Berkat sensor timbangan digital terintegrasi, risiko kesalahan takaran akibat kelalaian manusia (human error) dapat diminimalkan sehingga mutu beton yang dihasilkan tetap terjaga.

Mobile batching plant lalu akan mengaduk semua material bersama air (dari tangki air terintegrasi) di dalam drum mixer hingga menjadi adonan beton yang homogen.

“Proses pengadukan material dapat dilakukan di jalan sembari unit bergerak menuju lokasi pengecoran. Hal ini memangkas waktu tunggu pengiriman beton dari batching plant eksternal,” kata Agung.

Langkah terakhir, alat itu mengangkut beton segar langsung ke titik pengecoran di area proyek dan menuangkannya secara presisi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengatakan, penggunaan armada tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahannya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Ini kan mobil yang diperuntukkan untuk membuat jalan-jalan cor sehingga ngecornya tidak usah lagi di pabrik,” kata KDM.

Ia memastikan, dana pengadaan mobile batching plant bukan berasal dari kantong pribadinya, tapi berasal dari anggaran pemerintah yang bersumber dari pajak. “Ini salah satu cara pemerintah mengembalikan uang pajak kepada masyarakat melalui penyediaan fasilitas umum,” tuturnya.

Mobile batching plant sudah dimanfaatkan untuk pembangunan jalan di beberapa lokasi, seperti di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung; Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur; Desa Dukuh, Kabupaten Bandung.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Berdaya di Bidang Pendidikan dan Ekonomi

26 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Disperindag Jabar Bawa 40 UMKM Ikuti West Java Expo (WJX) 2026, Target Transaksi Rp750 Miliar

26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bursa Kerja Online Kembali Digelar, Tersedia 1.112 Lowongan

26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Penghentian Pembangunan Pusat Data AI Bukti Pemprov Jabar Konsisten Tegakkan Aturan

26 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Pemprov Jabar Raih Predikat Terbaik I dalam Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

26 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Memperingati Hari Pelanggan Nasional, Sekda Herman Dorong bank bjb Tingkatkan Pelayanan kepada Nasabah

21 September 2026 - 08:34 WIB

Trending di Ekonomi