Menu

Mode Gelap
Jasa Raharja Bersama Mitra Kerja Terkait Lakukan Sosialisasi Layanan Samsat Tugas dan Fungsi Jasa Raharja di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Operasi Gabungan Bulan Sadar Pajak oleh Tim Samsat Cimahi di Alun-Alun Kota Cimahi: Terjaring Lebih dari 250 Kendaraan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan ke PT Lestari Mahaputra Buana Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan Ke PT Royal Abadi Sejahtera PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Laksanakan Kegiatan Jasa Raharja mengajar bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA)

Headline WIB

Kementerian Agama Pastikan Persekusi Rumah Doa di Garut Tak Terjadi


					Kementerian Agama Pastikan Persekusi Rumah Doa di Garut Tak Terjadi Perbesar

GARUT – Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan tidak ada tindakan persekusi terkait penggunaan sebuah bangunan di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, yang sempat diberitakan sebagai rumah doa.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Moh. Ali Abdul Latief, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat begitu menerima informasi tersebut.

“Kanwil Jabar segera menempuh upaya koordinasi melalui zoom meeting dengan Pendeta Gereja Beth-El Tabernakel, Yahya Sukma, Penunggu rumah, Dani Natanael Gunawan, dan Forkopimcam. Dari pembahasan disimpulkan bahwa bangunan yang dimaksud bukan rumah ibadah permanen, melainkan rumah yang dijadikan villa milik Gereja Beth-El Tabernakel di Pangalengan Kabupaten Bandung. Villa tersebut sesekali difungsikan sebagai tempat berkumpul dan berdoa bersama oleh umat Kristiani dari luar Kecamatan Caringin yang sedang berwisata, seperti perkumpulan gowes dan komunitas berburu,” ujarnya.

Ali menambahkan, setelah isu ini mencuat, pihaknya bersama Staf Khusus Menteri Agama langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa situasi masyarakat aman dan terkendali.

Dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Caringin, Kamis (14/8), hadir Kapolsek Caringin, Camat Caringin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Moh. Ali Abdul Latief, serta Staf Khusus Menteri Agama RI. Pertemuan membahas penyelesaian masalah melalui dialog, kepatuhan pada aturan hukum, dan penguatan kerukunan.

Kapolsek Caringin, Ipda Indra Koncara, menjelaskan bahwa penghuni villa sempat diarahkan untuk sementara tinggal di penginapan lain demi keamanan dan kenyamanan mereka, sekaligus menjaga ketertiban di lingkungan.

“Pada 2 Agustus lalu kami mengajak Bapak Dani Nataniel beserta anaknya untuk tinggal sementara di penginapan lain demi menjaga keamanan dan kenyamanan mereka, sekaligus memelihara kamtibmas di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas, Jasa Raharja Sukabumi Laksanakan Kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas di Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi

Camat Caringin, Ujang Kuswara, menegaskan tidak ada warga yang berpindah keyakinan seperti yang sempat diberitakan. Langkah yang diambil Forkopimcam murni bersifat preventif untuk mencegah potensi gesekan di masyarakat.

“Berdasarkan data kami, tidak ada warga yang berpindah keyakinan seperti yang diberitakan. Tindakan yang diambil Forkopimcam bersifat preventif, termasuk memberikan fasilitas penginapan sementara agar tidak timbul riak di masyarakat,” jelasnya.

Pernyataan ini diperkuat oleh Kepala Desa Purbayani, Wawan, yang menyatakan bahwa warga Desa Purbayani hanya mengetahui rumah tersebut difungsikan sebagai villa yang sesekali didatangi pemiliknya.

“Untuk 21 warga ya diisukan pindah keyakinan, sebenarnya warga tersebut hanya mendapatkan bantuan sembako dari pihak Gereja, tetapi tidak ada warga kami yang berpindah keyakinan,” ujar Wawan.

Tokoh agama setempat dari MUI Caringin, Ahmad Nurjaman, mengungkapkan bahwa warga awalnya tidak mengetahui villa tersebut digunakan untuk kegiatan doa bersama. Situasi pun tetap kondusif sebelum isu ini ramai di media sosial.

“Masyarakat hanya tahu itu villa milik pendeta yang sesekali datang bersama keluarga atau koleganya. Situasi aman sebelum muncul pemberitaan di media sosial. Tidak ada tindakan persekusi di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menekankan bahwa semua pihak telah sepakat untuk mengedepankan dialog dan semangat persaudaraan.

“Alhamdulillah, kondisi lapangan aman. Bangunan ini hanyalah villa yang sesekali digunakan untuk doa bersama oleh tamu dari luar daerah, bukan rumah ibadah permanen. Tidak ada persekusi seperti yang diberitakan,” jelasnya.

Kementerian Agama memastikan akan terus memantau situasi dan memfasilitasi komunikasi lintas pihak untuk menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Garut dan sekitarnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar Matangkan Kolaborasi Hari Bhayangkara ke-80, Siapkan Pameran Traffic Accident Analysis (TAA) dan Program Polantas Menyapa Ojol

12 Juni 2026 - 19:34 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Terima Kunjungan Kepala Bapenda Jawa Barat Bahas Program Kerja Samsat serta Langkah Strategis Peningkatan Pelayanan Masyarakat

12 Juni 2026 - 19:32 WIB

PT Jasa Raharja Koordinasi dengan Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya untuk Percepatan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Pembina Samsat Kabupaten Cianjur Gelar Operasi Pajak Kendaraan Bermotor di Terminal Pasir Hayam dan Tugu Lampu Gentur

11 Juni 2026 - 19:12 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Tim Samsat Induk Indramayu dan Haurgeulis Gelar Koordinasi Teknis

10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Pt Jasa Raharja Laksanakan Kegiatan Sigap Di Tiga Instansi Strategis Di Wilayah Tasikmalaya

10 Juni 2026 - 19:20 WIB

Trending di Headline