Menu

Mode Gelap
Jasa Raharja Bersama Mitra Kerja Terkait Lakukan Sosialisasi Layanan Samsat Tugas dan Fungsi Jasa Raharja di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Operasi Gabungan Bulan Sadar Pajak oleh Tim Samsat Cimahi di Alun-Alun Kota Cimahi: Terjaring Lebih dari 250 Kendaraan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan ke PT Lestari Mahaputra Buana Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan Ke PT Royal Abadi Sejahtera PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Laksanakan Kegiatan Jasa Raharja mengajar bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA)

Headline WIB

Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk


					Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk Perbesar

KOTA BANDUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono menyoroti dinamika politik yang selalu berubah di Jawa Barat, baik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini maupun pada Pilkada sebelumnya.

Ono menyebutkan bahwa perubahan dinamika politik sudah menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut.

Dia mencontohkan kemunculan tokoh-tokoh politik dari PDIP seperti Agum Gumelar dan Rieke Diah Pitaloka, serta dinamika di tahun 2018 di mana masyarakat Jabar sempat memperkirakan bahwa PDIP akan mengusung Ridwan Kamil, namun pada akhirnya diusung TB Hasanuddin.

Menurut dia, saat ini dinamika politik di Jabar juga tetap terlihat, terutama dengan hadirnya beberapa figur yang bersaing untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Misalnya Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, keduanya memiliki keinginan untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat. Walaupun saat ini Ridwan Kamil terlihat lebih fokus di DKI Jakarta, sementara Dedi Mulyadi di Jawa Barat, situasi ini menunjukkan betapa dinamisnya politik di Jawa Barat,” kata Ono Surono, Senin (19/8).

Ono juga membandingkan situasi di Jabar dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah, di mana PDIP tidak dapat mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi dengan partai lain.

“Di Jawa Tengah, kita melihat dinamika serupa dengan adanya Kapolda, Kaesang, dan Sudaryono. Ada wacana-wacana mengenai penempatan mereka di berbagai posisi seperti Wamen atau kementerian, dan ini semua sangat menarik bagi saya,” kata dia.

Menanggapi situasi politik yang dinamis ini, Ono menjelaskan bahwa PDIP memiliki berbagai skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Mulai dari skenario terbaik, sedang bahkan skenario terburuk.

“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa partai, seperti Gerindra di Jawa Barat melalui Pak Taufik Hidayat, dan Golkar yang juga sedang menunggu keputusan DPP Partai Golkar. Kami juga membuka komunikasi dengan Bima Arya dan partai-partai di luar Koalisi Indonesia Maju, seperti PPP, PKS, Nasdem, dan PKB,” kata dia.

Baca Juga:  Jasa Raharja Perwakilan Tasikmalaya Evaluasi Program Diskon Pajak Bersama Tim Pembina Samsat Kota Tasikmalaya 

PDIP juga menyiapkan skenario terburuk jika diperlukan. Sehingga fleksibel dalam menghadapi berbagai skenario. Apakah PDIP akan berada di posisi nomor 1 atau nomor 2.

“PDIP tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi maksimal bagi rakyat dan negara,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komitmen Bersama Jasa Raharja Jabar dan Safety Riding Center Honda Jabar untuk Keselamatan dan Kepatuhan Berkendara

24 April 2026 - 09:24 WIB

Jasa Raharja Jawa Barat Sampaikan Materi PPGD dalam Seminar Safety Riding Hari Kartini

24 April 2026 - 09:16 WIB

Lewat Pendekatan Edukatif kepada Wajib Pajak, Tim Pembina Samsat Depok Gelar Operasi Khusus di Wilayah Depok

23 April 2026 - 09:47 WIB

Jasa Raharja Jabar Gelar Sosialisasi Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak Bersama Mahasiswi IKOPIN

23 April 2026 - 09:24 WIB

Tingkatkan Kewaspadaan di Jalur Minim Penerangan, Jasa Raharja Indramayu Pasang Spanduk Reflektor

22 April 2026 - 22:27 WIB

Jasa Raharja Jabar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis MUKL di Samsat Soreang

22 April 2026 - 22:25 WIB

Trending di Headline