SUKABUMI – Jasa Raharja Cabang Sukabumi turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) yang diselenggarakan di Geding BK3D Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kebijakan nasional menuju Zero ODOL secara menyeluruh.
Program Zero ODOL bertujuan menertibkan operasional kendaraan angkutan barang agar sesuai dengan ketentuan dimensi dan beban, demi terciptanya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik serta meminimalkan kerusakan infrastruktur jalan akibat kelebihan muatan.
Dalam kesempatan tersebut, Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Kabupaten Sukabumi, Abyasa Armand, menyampaikan pentingnya sinergi dan komunikasi lintas sektor, khususnya dengan komunitas pengemudi dan pengusaha angkutan.
“Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan ODOL memiliki dampak besar, tidak hanya terhadap korban jiwa tetapi juga terhadap perekonomian dan kualitas infrastruktur. Maka kolaborasi semua pihak, termasuk edukasi berkelanjutan kepada pelaku transportasi, sangat krusial dalam mengatasi permasalahan ini,” ujar Abyasa.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saeful Haris, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, H. Yudi N.,se rta para ketua komunitas dan perwakilan pengemudi truk dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan tantangan teknis dan sosial yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan fasilitas jembatan timbang, tekanan operasional dari industri logistik, serta perlunya perubahan budaya keselamatan di kalangan pengemudi.
Sebagai bagian dari ekosistem keselamatan lalu lintas, Jasa Raharja terus mendukung program-program yang sejalan dengan upaya pencegahan kecelakaan. Melalui partisipasi aktif dalam forum-forum koordinasi, serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku transportasi, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam menciptakan jalan yang aman, nyaman, dan tertib untuk semua pengguna.





