Menu

Mode Gelap
Jasa Raharja Bersama Mitra Kerja Terkait Lakukan Sosialisasi Layanan Samsat Tugas dan Fungsi Jasa Raharja di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Operasi Gabungan Bulan Sadar Pajak oleh Tim Samsat Cimahi di Alun-Alun Kota Cimahi: Terjaring Lebih dari 250 Kendaraan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan ke PT Lestari Mahaputra Buana Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Melakukan Kunjungan Ke PT Royal Abadi Sejahtera PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Laksanakan Kegiatan Jasa Raharja mengajar bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA)

Kesra WIB

Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029


					Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029 Perbesar

KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barar menargetkan menjadi provinsi pertama yang bebas dari anak tidak sekolah (ATS) pada 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, salah satu yang dilakukan yaitu mendorong transformasi di dalam pemerintahan, mulai dari transformasi ASN, kelembagaan, hingga manajemen kinerja.

Sekda Jabar Herman Suryatman berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi atau yang biasa dikenal Kang Dedi Mulyadi.

“Jadi 2029 Jawa Barat itu provinsi pertama menargetkan anak yang bebas dari tidak sekolah (ATS),” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Workshop Pendampingan Teknis Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Provinsi Jawa Barat, Hotel Mercure Kota Bandung, Senin (31/8/2026) malam.

Pemda Provinsi Jawa Barat, lanjut Herman, berkomitmen untuk mempercepat pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Upaya tersebut kini tidak lagi dipandang sebatas program pemerintah, melainkan sebagai kebutuhan strategis untuk memastikan setiap anak di Jawa Barat memperoleh hak dan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Menurut Herman, penanganan ATS membutuhkan gerak bersama dan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghasilkan langkah yang tepat sasaran.

Herman pun menekankan pentingnya kualitas data sebagai fondasi pengambilan kebijakan. Data mengenai anak tidak sekolah harus mampu menggambarkan kondisi secara akurat, sehingga pemerintah dapat menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

“ Good data, good decision, good result,” sebut Sekda Herman.

Data yang baik, menurut Sekda Herman, akan menghasilkan keputusan yang tepat dan pada akhirnya memberikan hasil yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Giat Aksi Simpatik Jasa Raharja Karawang di Pos Pelayanan Terpadu
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah untuk Ikuti MTQ Nasional XXXI 2026

21 September 2026 - 11:42 WIB

Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

21 September 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Jabar Salurkan 1.500 Kilogram Beras, Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran

21 September 2026 - 08:56 WIB

SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran

21 September 2026 - 08:46 WIB

Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor

21 September 2026 - 08:24 WIB

Kader Posyandu di Sumedang Terima Insentif dari Bupati

22 Maret 2025 - 19:18 WIB

Trending di Kesra